Cara Mengajari Anak Membaca dan Menulis Permulaan yang Tepat

Anak usia Sekolah Dasar atau SD mungkin sebagian bisa membaca dan menulis. Namun, bagaimana dengan sebagian yang lainnya? Hal ini memang menjadi tantangan tersendiri bagi guru dan terlebih pada orang tua anak tersebut. Sebenarnya, Anda bisa menerapkan cara mengajari anak membaca dan menulis untuk pemula yang mudah. Begini caranya!

1. Pendekatan Huruf
Hal pertama yang bisa dilakukan dalam mengajari anak usia sekolah dasar yang belum bisa membaca dan menulis sendiri adalah dengan pendekatan huruf. Pendekatan huruf ini dilakukan dengan memperkenalkan berbagai huruf-huruf secara alfabet. Huruf-huruf itu harus dihafalkan dan dilafalkan anak sesuai dengan bunyinya menurut abjad.

Pendekatan model seperti ini bisa membuat anak Anda menguasai metode membaca eja nantinya. Nantinya, jika anak Anda sudah bisa mengenal huruf dengan baik, cobalah bantu ia untuk merangkan huruf yang sudah dikenalnya menjadi per suku kata lalu dilanjutkan dengan suku kata.

2. Pendekatan Bunyi
Setelah pendekatan secara huruf bisa diterima oleh si anak, langkah lain yang bisa Anda lakukan adalah pendekatan bunyi. Pendekatan bunyi ini merupakan proses pembelajaran membaca dengan mendengarkan bunyi dari huruf-huruf tersebut. Metode yang digunakan pada cara ini juga biasanya adalah metode eja.

Jadi, anak Anda tetap harus tahu huruf apa yang ada di depannya dulu lalu biarkan mereka bicara seperti apa bunyi huruf tersebut. Setelah itu, tinggal Anda yang harus membantunya untuk mengeja.

3. Pendekatan Suku Kata
Cara mengajari anak membaca selanjutnya untuk permulaan adalah dengan pendekatan suku kata. Pendekatan suku kata ini biasanya menggunakan metode silabi yang diawali dengan memperkenalkan suku kata yang sering digunakan seperti ba, bi, bu, be, bo dan begitu seterusnya sesuai dengan huruf konsonan yang ada.

Setelah suku kata tersebut berhasil mereka kuasai, Anda bisa meminta si kecil untuk menyalin berbagai suku kata yang diketahuinya. Cukup suku kata yang sederhana saja namun ia paham. Dengan begitu, proses belajar membaca ini bisa jadi lebih cepat dipahaminya.

4. Pendekatan Kata
Setelah suku kata dikuasai, lanjut dengan pendekatan kata. Pada proses ini biasanya akan melibatkan metode perangkaian kata dan metode rangkai kupas. Jadi, Anda harus tetap mengajarinya per suku kata sehingga membentuk kata yang bisa anak mengerti maksudnya.

5. Pendekatan Kalimat
Jika kata sudah berhasil mereka pahami, Anda bisa melanjutkannya dengan pendekatan kalimat. Pendekatan kalimat ini biasanya menggunakan bantuan berupa media gambar. Anda bisa memberikan si kecil gambar berbagai kegiatan atau lainnya yang bisa dibuat kalimat. Misalnya saja, gambar kera yang ada di atas pohon.

Dengan gambar yang Anda tunjukkan, minta si kecil untuk menyebutkan apa yang mereka lihat. Semisal kera di atas pohon, buat mereka menuliskan kalimat tersebut. Proses ini akan membuat mereka kembali belajar mengenai suku kata, kata hingga menjadi kalimat.

6. Pendekatan Cerita
Terakhir adalah pendekatan cerita. Pendekatan ini biasanya akan memulai pelajaran dengan cerita. Untuk itu, anak harus memahami dengan baik lebih dulu mengenai pendekatan kalimat. Jika mereka sudah bisa memahami metode kalimat, pendekatan cerita ini akan mudah dilaksananakan.
Itulah cara mengajari anak membaca untuk anak yang belum tahu sama sekali padahal sudah ada di kelas SD. Nah, untuk mendukung tumbuh kembang dan kemampuannya dalam belajar, Anda bisa melengkapinya dengan memberi S-26 NutriSure GOLD yang akan memenuhi kebutuhan gizi si kecil sehingga ia jadi lebih mudah menerima pelajaran.
Diberdayakan oleh Blogger.